Friday, July 12, 2019

RIP KOPERASI POLTEK APP



 doc.kontak


Kampus  Politeknik APP Jakarta tengah dihebohkan dengan adanya kabar bahwa Koperasi Politeknik APP Jakarta akan ditiadakan. Kebenaran hal tersebut sudah dibenarkan oleh pihak yang bersangkutan saat ditemui langsung oleh salah satu reporter KONTAK. ” Iya katanya koperasi ini tidak memiliki surat IMB, jadi mau dijadikan taman”, tegas Pak Oos salah satu pengurus koperasi (11/07). Koperasi merupakah salah satu dari beberapa fasilitas yang memang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Keberadaan koperasi sangat memudahan akses mahasiswa dalam membeli makanan, minuman, memakai layanan internet gratis, dan memcetak modul maupun lainnya.
Kabar tersebut membuat beberapa mahasiswa merasa terganggu, sebelumnya tahun 2017 lalu kantin juga ditiadakan hal ini membuat mahasiswa baru menjadi tidak bisa merasakan fasilitas kantin yang sebelumnya ada. Tahun ini kembali terjadi, mahasiswa baru 2019 tidak bisa merasakan kemudahan dari akses dalam membeli beberapa kebutuhan kampus mulai dari makanan, minuman hingga peralatan tulis. “Kalau sudah ada koperasi pun kita sudah bersyukur walaupun tidak ada kantin, karena jika kita ingin berkumpul di bangjo pun kita mau berkumpul ya pasti kita beli di koperasi”, ujar Eri mahasiswa prodi Logistik (11/07). Belum adanya sosialisasi dari pihak kampus untuk mentiadakan koperasi ini memang benar.
Fasilitas kampus merupakan hak yang seharusnya bisa dirasakan oleh civitas kampus mulai dari atasan yaitu Direktur hingga mahasiswa agar diberikan rasa kenyamanan. Hal ini justru akan tidak bisa dirasakan lagi oleh mahasiswa, karena keputusan pihak atasan yang mendadak akan mengantikan koperasi menjadi taman. Sebagai mahasiswa sudah seharusnya kita mendapatkan hak untuk merasakan fasilitas yang sediakan oleh pihak kampus. “Pas denger kabar itu kaget sih, terutama ya saya kan semester akhir yang sebentar lagi akan seminar dan sidang pastikan mau ngeprint, ya saya lebih pilih di koperasi karenakan memang kalau di Pak Oos itu suka membantu buat dibetulin”, ucap salah mahasiswa tingkat akhir yang enggan disebutkan namanya (11/07). Perihal akan digusurnya ini diduga adanya keputusan yang otoriter dari pihak atas. “ Di luar sudah dilarang untuk berjualan, sekarang di dalam juga,” tambahnya. Pengusuran koperasi yang didasarkan karena tidak adanya IMB membuat mahasiswa kebingungan. “ Inikan fasilitas untuk mahasiswa, bukan untuk tempat tinggal, mengapa tidak dari dulu saja dipermasalahkan IMB?, lagian saya juga disini bukan orang baru sudah 30 tahun”, “harapan saya sih jangan ditiadakan karena ini juga hak mahasiswa”, tegas Pak Oos (11/07). (ME,Izh,Aif)

No comments:
Write komentar