Tuesday, May 01, 2018

Urgensi Kesehatan Pekerja Media



dok:kontak

Media Kontak - Tanggal 1 Mei adalah salah satu tanggal penting dalam sejarah di dunia, biasa dikenal juga dengan sebutan May Day atau Hari Buruh Sedunia. 

Di mana para buruh di dunia pada setiap tahun merayakan peringatan dengan melakukan aksi damai. 

Tidak terkecuali di Indonesia yang setiap tahun juga merayakan May Day dengan melakukan aksi damai turun kejalan.


Bertepatan pada hari ini, Selasa (1/05/2018) telah berlangsung aksi oleh beberapa organisasi-organisasi buruh dari seluruh penjuru negeri, salah satunya yang dilaksanakan di Ibu kota Republik Indonesia yaitu Jakarta sebagai titik pusat dari aksi setiap tahun.

Salah satu organisasi yang ikut serta dalam aksi pada Selasa (1/05/2018) adalah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) berpadu dengan Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers), Forum Serikat Pekerja Media(FSPM) Independen dan Forum Mahasiswa Jakarta (FPMJ). 

Berbagai organisasi profesi jurnalis setiap tahun ikut serta dalam merayakan May Day dengan aksi turun ke jalan. Pada tahun 2018, AJI mengusung tema tentang Jaminan Sosial untuk Jurnalis. 

“Kalo yang tema tahun ini lebih ke jaminan sosial untuk jurnalis, karena biasanya kan kita tiap tahun bikin tema kalo bisa berdasarkan tema yang isu upah itu kan selalu menarik, karena memang upah sampai sekarang masih banyak yang belum digaji secara layak," papar Abdul Mannan selaku ketua umum AJI (01/05).

Kesehatan sangat penting bagi pekerja media agar memberikan informasi yang aktual bagi masyarakat. 

Namun di sisi lain banyak  perusahaan media yang masih abai terhadap kesejahteraan kesehatan. 

"Banyak juga perusahaan media itu yang belum memberikan jaminan sosial ke karyawannya. Seperti asuransi kesehatan, asuransi tenaga kerjaan. Makannya tahun ini kita ngambil tema itu, " ujar Abdul Manan

Dalam aksi yang dilakukan oleh aliansi pekerja media terdapat beberapa titik tempat untuk menyuarakan aspirasi mereka

Dimulai dari Gedung Dewan Pers, Tugu tani, dan berujung didepan Kementrian Komunikasi dan informasi (Kominfo). 

Tuntutan yang disampaikan menjurus kepada Pemerintah, masyarakat dan pers-komunitas karyawan. 

“Kalo ke pemerintah, kita berharap apa yang kami sampaikan soal jaminan sosial yang belum sepenuhnya diberikan, nah itu menjadi konsen pemerintah selain soal gaji, upah yang layak. Dengan mendorong pemerintah supaya inspeksilah perusahaan-perusahaan media itu soal kepatuhan terhadap pemerintah hak-hak jaminan sosial dan jaminan tenaga kerjaaan," lanjut Abdul Mannan.

Dari tema yang diusung oleh AJI untuk tahun ini, dibuat sebuah perangkat aksi payung hitam berukuran besar dan spanduk dengan berbagai kata kesejahteraan bagi pekerja media menjadi simbol dari tema yang diusung. 

Perangkat ini memiliki arti dan tujuan tersendiri. Dijelaskan oleh Ketua Umum AJI bahwa perangkat aksi ini tergantung dari tema yang diangkat. 

“Tema yang diangkat ini kan jaminan sosial, itu semacam kalo diilustrasikan itu memproteksi terhadap kesehatan, terhadap masa tua dengan asuransi ke tenaga kerjaan. Sesuai tema kan, menaungi. Asuransi jugakan logonya payung," Papar Abdul Manan (Ketua Umum AJI)

Selain itu, maraknya tenaga kerja asing (TKA) belum terlihat sebagai masalah yang besar dalam kalangan wartawan. Hal ini dijelaskan oleh Abdul Manan selaku Ketua Umum AJI, bahwa pers ini masih tergolong profesi yang diproteksi

“Bukan tidak ada pekerja asing dalam pers, paling hanya kepala kantor-kantor berita atau berita asing. Kan orang-orang luar bahwa mereka masih punya ketergantungan orang-orang Indonesia, karena orang-orang Indonesia kan lahir dan besar disini jadi kita jauh lebih tahu masalah yang kita hadapi” ujar Abdul Manan saat di wawancarai oleh reporter kontak (01/05).


-hanum,vergina-

No comments:
Write komentar