Wednesday, May 02, 2018

Politeknik APP Jakarta Sikapi Tudingan Mafia Tender


doc. Kontak



Belum lama ini kampus merah Politeknik APP Jakarta dihebohkan oleh pemberitaan surat kabar Harapan Rakyat. 

Pemberitaan yang terbit dalam bentuk cetak maupun online ini terkesan menyudutkan pihak Kampus Politeknik APP Jakarta dalam lelang tender pembangunan beberapa fasilitas. 

Berita yang bertajuk "Di Politeknik APP Jakarta Kementerian Perindustrian Mafia Tender Berkuasa?" Edisi 599 April 2018, sontak menjadi perbincangan dikalangan mahasiswa Politeknik APP Jakarta. 

Berita yang tersebar secara luas melalui media sosial ini berawal dari sebuah foto yang disebarkan melalui platform berbagi foto instagram oleh salah satu mahasiswa Politeknik APP Jakarta. 

Unggahan atas pemberitaan Harapan Rakyat yang merupakan portal media Ciamis dan Banjaran, Jawa Barat ini  tersebar dengan cepat dan tak urung menimbulkan banyak tanya akan kebenaran berita tersebut.

Dilansir dari artikel tersebut, media Harapan Rakyat secara gamblang menyebutkan bahwa praktek rekayasa lelang tender ini telah berlangsung lama dan sudah menggurita.

Kepada HR, Aniza Nur Madyanti selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Politeknik APP Jakarta ini, menginformasikan bahwa ditahun 2018 ini ada dana sekitar Rp 9 M yang dialokasikan untuk pekerjaan konstruksi.


Nilai Lelang

Pada Maret 2018, lelang untuk perencanaan sudah tayang di LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) dengan nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) Rp 329.862.500. 

Diikuti dengan lelang pengawasan dengan nilai HPS Rp 229.762.500. Untuk lelang perencanaan sudah ditetapkan pemenang yaitu PT Huda Tata Sarana dengan penawaran Rp 131.237.205 (40 % dari HPS).



doc. Kontak, Perobohan Aula Politeknik APP Jakarta
Dalam artikel tersebut juga media Harapan Rakyat (HR) menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi dan penelusuran terhadap perusahaan pemenang tender. 

Tim HR mendapat bukti awal dengan tidak ditemukannya domisili PT Huda Tata Sarana, pemenang lelang perencanaan, yang beralamat di Jalan Duren Tiga VI No 137, Duren Tiga Pancoran, Jakarta Selatan. HR menduga pelelangan tender ini sudah diatur dan diarahkan.


Peserta yang akan dimenangkan diduga sudah diatur jauh-jauh hari sebelumnya. Selain itu HR menuding peserta pemenang tender tersebut diduga hanya perusahaan pinjaman yang dipakai sebagai kendaraan oknum mafia tender.



Panitia Batalkan Lelang

Sebelumnya di akhir tahun 2017, media Harapan Rakyat pernah menerbitkan berita terkait dengan tajuk “Itjen Kemenperin Diminta Periksa Pokja III, Sengaja Lakukan Post Bidding”.

Dalam pemberitaan tersebut, disebutkan bahwa paket lelang Renovasi Laboratorium Terintegrasi di Kementerian Perindustrian Politeknik APP Jakarta dengan nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) sebesar Rp3.264.210.000, telah dimenangkan oleh PT Deficy Sigar Pratama.


Akan tetapi terdapat salah satu perusahaan yang melakukan sanggahan dan keberatan baik secara online maupun offline, hingga panitia membatalkan lelang tersebut.


Tindakan panitia tersebut dianggap telah melanggar dan merugikan PT Gorga Mitra Bangunan. Mala selaku direktur PT Gorga Mitra Bangunan merasa keberatan akan hasil pemenang tender. 


“Seharusnya panitia patut dituntut ganti rugi, karena tindakannya telah merugikan pihak lain, tepatnya telah menutup kesempatan perusahaan kami untuk mengerjakan paket tersebut,” seperti dilansir dari Harapan Rakyat, Minggu (15/4).

Menanggapi beredarnya pemberitaan miring tersebut, pihak kampus Politeknik APP memberikan bantahan terkait adanya mafia dalam tender lelang di Politeknik APP Jakarta.

Sesi wawancara ini dihadiri oleh Aniza Nur Madyati, I Nyoman Wirya Artha, R Totok Heru dan Sugeng Rahardjo di ruang PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi). 



Tudingan Campur Tangan

Saat dimintai klarifikasinya terkait pembatalan yang dilakukan panitia, Aniza Nur Madyanti selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengakui bahwa pihak media Harapan Rakyat sebelumnya pernah datang menemuinya dengan membawa artikel yang mengkaitkan namanya dalam kasus tender. 

“Dia datang ke saya itu 16 april dengan artikel yang udah jadi. Artikelnya sudah jadi dia baru wawancara,” ujarnya kepada Reporter Kontak, Selasa (24/4).

Terkait dengan tudingan adanya campur tangan pihak kampus dalam mengatur pemenang tender pembangunan fasilitas, Aniza Nur Madyanti selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan tegas membantah. 

“Panitia itu bukan disini tapi di pusat, yaitu di ULP (Unit Layanan Pengadaan ). Yang menentukan siapa yang menang itu ya pihak ULP bukan Politeknik APP. Jika ada kongkalikong silahkan dibuktikan,” lanjut Aniza Nur Madyati, Selasa (24/4).

I Nyoman Wirya Artha selaku PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) juga turut memberikan penjelasan bahwa, pihaknya hanya bertugas dalam membuat HPS (Harga Perkiraan Sendiri), yang di susun oleh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) yang dijabat oleh Aniza Nur Madyanti. 

Sedangkan pihak panitia dan pelelangan tersebut berada di pusat yaitu Kementrian Perindustrian.




doc . Politeknik APP Jakarta, Lokasi Perusahaan PT Huda Tata Sarana


doc. Politeknik APP Jakarta, Surat Keterangan Domisili Usaha PT Huda Tata Sarana


Selain itu bantahan lain dilontarkan I Nyoman Wirya Artha terkait tidak ditemukannya domisili PT Huda Tata Sarana, selaku pemenang lelang perencanaan. 


“Ada surat keterangan domisili, kita juga sudah mendatangi perusahaannya,” ujarnya kepada reporter kontak, Selasa (24/4).
Ia juga memberikan bukti berupa foto keberadaan PT Huda Tata Sarana serta copy SKUD (Surat Keterangan Domisili Usaha) milik PT Huda Tata Sarana kepada reporter kontak. (Izhar)

No comments:
Write komentar