Sunday, February 18, 2018

Berdasi Riya

Dok: Ilustrasi google
Oleh Apri Sulistianingsih

Hiruk pikuk kota

Membuat dalih mesra katanya
Nafsu berkobar merajalela
Mengcengkram rakyat yang sengsara

Sang berdasi tertawa

Duduk dengan angkuh nya dimeja kotak
Menghitung lembaran kertas hijau
Hasil jeripayahnya katanya

Menggaji seenak hati

Menindas seenak duri
Berbicara tak tau diri
Bersikap tak balas budi

Katanya berdasi itu berwibawa

Ternyata tidak kenyataan 
Dimana  rakyat menderita
disitulah dia berjaya

Retorika diucap olehnya

Membuat kami tersihir karenanya
Manis sekali mulanya
Hinga pahit ujungnya

Dimanakah sang wakil rakyat berada?

Tak melihatkah kalian bahwa kami tak berdaya?
Dimana perut buncit merajalela
Dan yang busung mati terlantar

Lalu masih dimanakah kalian ?

Kami disini menanti arti
Arti kesejahteraan yang pasti
Bukan sebuah janji klasik tiada berarti.






































































No comments:
Write komentar