Tuesday, January 23, 2018

Bahasa Gaul Kaum Milenial


doc. Nyunyu.com


Bahasa adalah sebuah sistem yang berhubungan satu sama lain, tersusun dari simbol lisan yang bersifat arbitrer dipakai oleh sekelompok masyakat. Bahasa digunakan untuk alat komunikasi dan berinteraksi antar sesamanya. Sebagai seorang yang sejak lahir dan tinggal di Indonesia,  menggunakan bahasa indonesia sebagai alat komunikasi verbal mapun non- verbal merupakan hal yang lumrah.
Namun bagi sebagian besar pemuda yang lahir di era milenial, ditengah derasnya arus globalisasi tentu menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar merupakan hal jarang ditemui. Pemuda dan pemudi yang lahir di era ini kerap kali menyisipkan kosakata bahasa alay dan bahasa gaul dalam komunikasi verbal dan non-verbal yang informal maupun formal.
 Menurut Harimurti Kridalaksana seorang ahli tata bahasa dalam bukunya kamus lingusitik menyebutkan bahwa,  bahasa gaul  adalah ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan di Jakarta pada tahun 1980-an. Ragam ini semula diperkenalkan oleh generasi muda yang mengambilnya dari kelompok waria dan masyarakat terpinggir lain. Dengan berkomunikasi menggunakan bahasa gaul ini pemuda-pemudi dianggap terlihat lebih keren dan gaul serta up to date.

       Pro-kontra mengenai penggunaan kosakata bahasa alay dan bahasa gaul sebagai salah satu media komunikasi terus terjadi dan menjadi hal yang berkelanjutan. Bahasa gaul dan alay yang kerap  digunakan milenials sering kali  di anggap sebagai perusak  tatanan bahasa Indonesia yang baik dan benar.  Pemuda maupun remaja yang kerap menggunakan bahasa gaul dalam berkomunikasi  sudah  tidak dapat membedakan penggunaan bahasa ini di setiap situasi.

Menjadi kontra dalam masyarakat yaitu kondisi banyaknya remaja yang belum mampu menggunakan bahasa secara proporsionalitas. Hal ini tentu dianggap mampu merusak eksistensi bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.
 Remaja yang baru mengenal hal baru memang sering cenderung akan mengulangi dan melakukan hal tersebut secara terus menerus . Tak jarang public figure masa kini akan menjadi role model yang kemudia segala kegiatan maupun tutur kata akan menjadi trend bagi para milenials.
Nyatanya  bahasa gaul tidak hanya ada di Indonesia penggunaan bahasa non standar ini juga digunakan di beberapa negara. Salah satu contohnya ialah penggunaan slang dalam bahasa Inggris merupakan jenis bahasa gaul dengan salah satu kosakatanya yang sangat populer seperti ‘selfie’.
Salah satu mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta juga beranggapan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik memang sudah memudar  “ bahasa Indonesia yang baik emang udah pudar, anak muda lebih suka pakai bahasa alay dan gaul, tapi gak masalah kalo digunakan sesuai dengan kondisi dan ada batasanya,”  ujarnya (18/09).
Bahasa alay dan bahasa gaul dianggap telah merusak tatanan bahasa yang baik. Kebanyakan remaja juga mungkin hanya diberikan materi pembelajaran yang teoritis ketika mata pelajaran bahasa. Mereka belum mendapatkan pengetahuan mengenai cara dan proporsi yang tepat untuk penggunaan setiap bahasa yang mereka gunakan sehari-hari.
“bahasa itu dinamis, kalo kita gak ngikutin juga akan ketinggalan. Seharusnya juga diimbangi sama pengetahuan tentang bahasa Indonesia formal maupun non-formal jadi kita tau kapan penggunaan yang tepat,” Ujar Avilla Mahasiwa Prodi PIWAR 2015 (18/09).
Sudah semestinya kita sebagai generasi penerus bangsa mampu mempertahankan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan sesuai dengan kaidah tata bahasa yang tepat. (15/10). (zenab)

No comments:
Write komentar