Wednesday, August 02, 2017

Ukir Prestasi, Akademi Masih Minim Kontribusi


              

dok instagram: Fmkipoltekapp

            Perlombaan Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) 2017digelar sejak tanggal 28 Juli telah usai. Kegiatan berlangsung di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) diikuti oleh 19 perguruan tinggi se Indonesia. Diantaranya adalah STIP Jakarta, IPDN, Poltek Imigrasi, STMKG, STIS, STAN, STTN, STTD Bekasi, STKS Bandung, API Madiun, PKTJ Tegal, STPP Bogor, ATK Yogyakarta, Poltek Penerbangan Surabaya, STPI Curug, PIP Semarang, Poltekpel Surabaya, STP dan juga Politeknik APP Jakarta.

Acara yang mengambil tema ‘Share The Spirit Dare to Dream’ berjalan dengan baik di STIP. Perhelatan tahunan Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia (FMKI) menghadirkan Sebanyak 21 cabang olahraga dan akademik dengan memperebutkan 112 medali emas, 172 medali perak dan 172 medali perak

Sebelumnya pada Jumat (28/7/2017) OPTK dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Dr. Ir. Djoko Sasono ditandai dengan pemukulan gong serta pelepasan balon ke udara. Selesai perhelatan olahraga tahunan itu ditutup oleh Sekretaris BPSDM Perhubungan Masrono Yugihartiman, ATD, M.Sc di Kompleks STIP Jakarta, Minggu (30/7/2017).

            Politeknik APP tergabung dalam FMKI turut ikut serta berpartisipasi dalam ajang tahun terbesar bagi mahasiswa kedinasan se Indonesia. Acara tersebut mempertandingkan 21 cabang olahraga dan akademik dimeriahkan oleh 1852 atlet. Sedangkan kampus Politeknik APP mengirimkan 60 atlet untuk 13 cabang olahraga. Selain itu, mereka telah berhasil memboyong sejumlah medali emas, perak, maupun perunggu.

            Jika dibandingkan dengan prestasi tahun 2015 dan 2016, prestasi Politeknik APP dalam ajang olimpiade tahun 2017 telah berhasil mengalami peningkatan. Sehingga, Politeknik APP berada di posisi ke 13. “Alhamdulillah jika dibandingkan tahun lalu kuantitas medali yang di peroleh meningkat dari tahun lalu. Tahun ini kita dapet 9 medali,” ujar Andrian Suseno koordinator kampus dalam acara OPTK, selasa (1/8/2017).

Keberhasil yang diperoleh tahun ini dengan membawa 9 medali diantaranya 1 emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Medali diperoleh dari cabang olahraga  Silat, Wall Climbing, Kano, Karate, dan Badminton. Meski banyak terdapat kendala dan kekurangan dalam perhelatan OPTK tak menyurutkan para atlet untuk meraih prestasi. Hal ini di ungkapkan oleh seorang atlet sebagai peraih medali  di cabang olahraga. “Awalnya sudah ngedown lihat postur tubuh taruna yang ikut, tapi kita usaha dan yakin pasti bisa,” ujar rantika atlet wall climbing peraih medali perunggu di OPTK 2017, selasa (1/8/2017).

        Banyaknya kendala yang terdapat dalam kegiatan OPTK tahun ini membuat Politeknik APP hanya mampu mengikuti 13 cabang olahraga dan akademik. Meskipun mengalami peningkatan dalam biaya yang diberikan pihak akademi dibanding tahun sebelumnya, tak serta merta meringankan atlet yang berpartisipasi dalam ajang tahunan ini.

         Hal ini pun banyak dikeluhkan oleh beberapa atlet mulai dari fasilitas yang tidak tersedia di kampus sampai kurangnya perhatian kampus terhadap atlet-atlet berprestasi. “Di Poltek APP itu tidak menyediakan fasilitas latihan untuk cabang olahraga kita yaitu kano, jadi kita cari sendiri fasilitas latihan di kampus Borobudur,” ungkap Samsul peraih medali perunggu dalam OPTK 2017, selasa (1/8/2017).

Kurangnya biaya yang diberikan kampus juga membuat para atlet masih harus dibebankan biaya tambahan sebesar Rp35.000, dengan uang tambahan tersebut tentu membuat kecewa para atlet yang akan berjuang mengharumkan nama kampus. Sudah semestinya pihak akademik mampu memaksimalkan kontribusinya dalam kegiatan yang juga mengharumkan nama Politeknik APP di khalayak luas
.
Andrian Suseno selaku koordinasi untuk Politeknik APP mengungkapkan penyebab masih dibebankannya atlet untuk mebayar sebesar Rp. 35.000 perorang “setelah dikalkulasi ternyata dana yang diberikan pihak akademik belum menutupi biaya-biaya yang diperlukan untuk OPTK ini,” ia berharap agar adanya kontribusi lebih dari pihak akademik untuk perhelatan OPTK selanjutnya yang akan dilaksanakan di STTN-BATAN Yogyakarta.

Sebagai salah satu institusi pendidikan, sudah seharusnya pihak akademik mampu menciptakan dan menunjang segala kreativitas mahasiswanya. Sehingga mahasiswa mendapat kemudahan dalam melakukan kegiatan, baik itu perkuliahan atau pengembangan diluar akademik. (Zenab)

No comments:
Write komentar