Saturday, November 28, 2015

Upaya Tebus Dosa Presiden Mahasiswa Hanya Wacana


Presiden Mahasiswa Gilang Sudibyo (duduk) sedang mendengarkan pernyataan keberatan dari Ketua Senat Perdagangan Internasional Deo Vajris (berdiri) dalam forum terbuka pembubaran KPR (15/6) di Amphitheater Kampus Merah yang mengakibatkan perpanjangan masa jabatan satu periode kedepan.

Foto: Dok KONTAK

Gilang Sudibyo, sang Presiden Mahasiswa yang telah menyandang gelar A.Md sudah tidak lagi terlihat batang hidungnya. Roda kepemerintahan Kampus Merah kocar-kacir akibat ketidakbecusan sang Presma menata kabinet. Periode terakhir Dewan Mahasiswa (DEMA) sudah mati tanpa perlawanan.

Kegiatan Senat mahasiswa berjalan tanpa adanya pengawasan. Paling tidak masih hidup guna mengkapasitasi mahasiswa ditengah zaman peralihan Kampus Merah yang tak tahu arah dan tujuan.

Masih membekas pembubaran Komisi Pemilu Raya (KPR) oleh Presiden Mahasiswa. Sejumlah massa dikumpulkan untuk mempertahankan Kondisi DEMA yang sudah tak tentu arah. Upaya perlawanan yang hingga kini bahkan tidak pernah ada. DEMA sedang dalam masa kritis, menanti sang malaikat maut menjemput.

Sang Presma mempertahankan jajarannya hendak melawan sang ratu katanya. Demisioner para jajaran urung karena niat sang Presma tebus dosa. Gaya orasi Presiden Mahasiswa membahas mengemban tanggungjawab atas nama sumpah Al-Quran hanyalah bualan kelas teri.

Keadaan carut marut begini tinggal "simsalabim abrakadabra" Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tercipta. Tak payah upaya pembubaran DEMA secara paksa, hanya duduk manis saja sudah luluh lantah semuanya.

Dewan Mahasiswa tinggal cerita. Niat tebus dosa hanya wacana. Presiden Mahasiswa hilang entah kemana. Keluarga Mahasiswa Manajemen Industri tinggal sebuah nama.



(BYM)

No comments:
Write komentar