Tuesday, November 19, 2019

Selamat Tinggal, Likes!

Dok. Google

Beberapa waktu yang lalu Instagram telah melakukan uji coba menghilangkan fitur likes pada Instagram secara resmi di beberapa negara Eropa seperti Kanada, Irlandia, Australia, Jepang, Brazil, Selandia Baru, dan AS. Kini uji coba itu sedang diberlakukan secara global di seluruh dunia, salah satunya yaitu Indonesia. 

Hilangnya fitur ini pada Instagram, kualitas foto atau video yang diunggah tidak lagi bergantung pada jumlah likes. Sehingga kita sebagai pengguna Instagram sudah tidak bisa lagi melihat jumlah likes atau view pada unggahan milik pengguna lain. Namun jangan khawatir, karena fitur ini hanya berlaku bagi pengguna yang melihat dan tidak berlaku pada pengguna pribadi Instagram itu sendiri.

Menurut Adam Mosseri selaku bos Instagram, para pengguna Instagram dapat dengan nyaman dan tidak lagi tertekan dengan jumlah likes serta dengan bebas berekspresi mengunggah foto dan video tanpa mengkhawatirkan jumlah likes pada foto atau video yang mereka unggah/bagikan. Mosseri juga berharap para pengguna lebih berfokus pada hal - hal (konten) yang mereka unggah. 

Tentunya hal ini juga akan berpengaruh pada bisnis selebgram dan influencer, karena adanya fitur likes merupakan salah satu komponen utama untuk membangun dan memasarkan produk mereka. Namun dengan hilangnya fitur ini, secara tidak langsung Instagram akan mendorong mereka lebih dalam untuk mengolah data dari insight yang telah disediakan. Data insight tersebut berupa demografi pengikut, preferensi influencer, dan peforma kampanye yang sudah mereka lakukan.

Selain itu dengan menghilangnya fitur likes Instagram ini akan mendorong content creator supaya lebih kreatif dalam menciptakan dan mengembangkan konten yang berkualitas untuk meningkatkan daya tarik followers dalam memasarkan produk mereka.

Beberapa kalangan juga menilai hal ini baik bagi kesehatan mental di sosial media dan juga didukung oleh sebagian selebriti seperti Kim Kardashian. 


(Daniar)

Monday, November 18, 2019

Titipbeliin.com Perluas Jasa Titip dari Negara Inggris - Jerman - Korea


Dok. Titipbeliin.com

Berhasil menjadi solusi jasa titip door to door dari Amerika-Tiongkok-Singapura, startup titipbeliin.com memperluas layanannya dengan membuka jasa titipan dari Inggris-Jerman-Korea. Perluasan ini memantapkan posisi titipbeliin.com sebagai salah satu jasa titip terlengkap dan legal di Indonesia. Titipbeliin.com pun telah memasukkan pajak sebagai komponen biaya yang dibayarkan pengguna sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan nomor 112/PMK.04/2018 terkait dengan pembebanan pajak untuk pembelian produk dari luar negeri dengan besaran >$75 dikenakan bea masuk 7,5%, PPN 10% dan PPh 10% (dengan NPWP) atau PPh 20% (tanpa NPWP).

Dok. Titipbeliin.com

Perluasan 3 negara ini didasarkan oleh banyaknya permintaan konsumen dari negara-negara tersebut baik dari segi fashion sampai dengan produk otomotif kelas dunia. “Inggris, Jerman, dan Korea hadir karena banyaknya permintaan konsumen mengingat karena negara tersebut adalah produsen produk unggulan: Korea dengan kosmetik dan fashion, Inggris dengan produk pop culture seperti sepak bola dan produk luxury serta Jerman dengan produk otomotif kelas dunia, demand-nya banyak taapi belum ada yang memfasilitasi hingga akhirnya konsumen terpaksa memilih jasa titip ilegal seperti hand carry atau bypass yang merugikan negara. Untuk itu titipbeliin.com hadir memfasilitasi dengan layanan door to door yang legal”, tutur Bayu selaku Co-founder titipbeliin.com.

Dengan cara kerja yang sederhana, sejak rilis Maret 2019 titipbeliin.com telah menangani 4.500 transaksi legal dengan total transaksi 4,2 miliar. Pengguna hanya perlu menempelkan URL barang yang akan dititip ke dalam homepage titipbeliin.com, dilanjutkan dengan mengisi detail barang seperti dimensi, berat, dan harga barang, lalu mengunggah NPWP, kemudian akan muncul harga total yang meliputi harga barang, pajak, dan pengiriman Internasional. Metode pembayaran untuk layanan jasa titipbeliin.com beragam. Pengguna jasa titipbeliin.com akan menerima barang dalam waktu 3 sampai 15 hari dengan pajak dan berbagai urusan pengiriman lainnya ditanggung oleh pihak titipbeliin.com. (Hanumdea)

Langkah Awal Menuju Masa Depan


Dok. Instagram @poltekappjkt

Teringat akan langkah bahagia saat pertama kali memasuki kuliah
Saat itu senyum merekah dimana mana
Kita mengenal dan menuntut ilmu bersama
Membuka gerbang perjuangan untuk meraih harapan dan cita

Waktu pun terus berlalu
Hari hari itu telah kita lewati
Canda ria, gelak tawa
Bahagia dan air mata

Tak terasa
Rasa lelah itu sudah kita lalui
Tangis perih itu sudah kita lewati 

Kini akhirnya tibaa,
Dimana banyak mata yang melihat 
Banyak telinga yang mendengar
Menjadi saksi akhir cerita ini

Tetaplah ingat bahwa kita pernah berjuang bersama
Untuk hari yang indah ini
Untuk hari wisuda ini

Pastinya
Kita semua memiliki makna wisuda tersendiri 
Lalu
Apa arti wisuda bagimu?

Aku berharap
Wisuda bukan hanya sekedar wisuda
Bukan hanya sekedar serah terima secarik kertas
Bukan hanya sekedar serah terima nilai dan gelar
Bukan hanya sekedar acara yang mengenakan jubah dan topi toga

Aku berharap
Wisuda menjadi awal dari kiprah hidup kita
Dengan mengabdikan diri kepada masyarakat
Turut berkontribusi untuk kemajuan bangsa
Melalui ilmu yang kita pelajari selama ini
Dengan pengalaman yang kita dapatkan selama ini

Semoga dengan begitu
Setidaknya kita telah melakukan suatu aksi nyata
Untuk menjadi insan 
Yang menebarkan kebaikan
Dan memberikan kebermanfaatan
Bagi kemaslahatan masyarakat

(Kontak '19)

Monday, October 28, 2019

Growback: Pembeli dan Pedagang Keliling Bertemu Lewat Aplikasi

Dok. KONTAK

Berangkat dari permasalahan antara supply (pedagang) dan demand (konsumen) yang tidak bertemu, tiga mahasiswa dari Universitas MH Thamrin Fakultas Ekonomi, yaitu Fajar, Rico, dan Rosa telah meluncurkan sebuah aplikasi yang menghubungkan antara penjual dengan pembeli. Tidak hanya menawarkan kepada penjual makanan, aplikasi ini juga mengajak pedagang lainnya seperti pedagang baju keliling maupun aksesoris.

Terinspirasi dari kata “gerobak” yang merupakan alat angkut untuk berjualan, ketiga mahasiswa ini memberikan nama pada aplikasi yaitu “Growback”. Agar terkesan elegan, maka di plesetkan ke dalam serapan bahasa inggris yang berarti “kembali tumbuh”. Artinya, ketiga mahasiswa ini ingin menumbuhkan kembali semangat pada pedagang keliling yang mulai tersingkirkan akibat teknologi yang kian berkembang pesat. Berawal dari ide yang gila, aplikasi ini di desain untuk mengajak pedagang keliling dalam penggunaan aplikasi. Kemitraan yang dibangun oleh pihak pedagang dengan pihak aplikasi adalah dengan syarat pedagang harus membawa barang serta memiliki alat angkut baik berbentuk sepeda motor, mobil, gerobak atau bahkan penjual buku keliling agar dapat bergabung untuk menggunakan aplikasi ini. Selain itu, persyaratan yang harus dipenuhi oleh pedagang adalah harus melengkapi beberapa berkas seperti isi formulir serta surat perjanjian.
“Untuk persyaratan pedagang, kami akan buatkan formulir, surat perjanjian kerjasama ditandatangani diatas materai, ada hitam diatas putih, serta perhitungan hukum yang jelas” ungkap Fajar salah satu pencetus aplikasi Growback (26/10).

Rico, Rosa, dan Fajar. / Dok. KONTAK

Tak perlu khawatir, aplikasi ini dapat digunakan oleh pedagang dimanapun berada. Akan tetapi, dalam peluncuran awal aplikasi hanya berada untuk wilayah kecamatan Kramat Jati, begitu menguasai daerah kampus maka akan terus mengembangkan ke seluruh wilayah Jakarta Timur, dan akan terus meluas sampai ke seluruh wilayah di Indonesia. Tak hanya sebagai penyedia aplikasi untuk para pedagang, Growback juga menyediakan fasilitas seperti seragam, gawai, kemasan, maupun tampilan gerobak yang akan dibayarkan kembali dengan melalui cicilan sesuai kemampuan dari pedagang tersebut.

Tak mau kalah dengan aplikasi yang serupa, Growback juga menawarkan fitur e-money dalam proses transaksi. Proses pembayaran non-tunai ini digencarkan agar memudahkan pembayaran bagi pembeli. Selain itu, pihak manajemen dari Growback akan melakukan pelatihan terlebih dahulu terkait dengan penggunaan aplikasi kepada para pedagang. Sejauh ini, sudah ada lima mitra yang telah tergabung dengan aplikasi Growback sebagai pembuktian awal bahwa terdapat penjualan berbasis online yang merangkul pedagang keliling.

Beberapa nilai jual yang ditawarkan oleh Growback untuk merangkul mitra yang sudah berskala nasional adalah kemudahan akses informasi terkait dengan permintaan oleh konsumen yang dibantu dalam pelacakan lokasi demand (konsumen) maupun supply (pedagang) serta rute pilihan kepada pedagang. Untuk mencapai nilai jual tersebut, Growback memiliki beberapa strategi khusus untuk tetap mencoba menjadi aplikasi terbaik yang bermanfaat bagi masyarakat, yaitu dengan menawarkan harga yang lebih kompetitif, promosi terhadap pedagang, gratis ongkir karena pengiriman barang langsung dilakukan oleh pedagang, serta customisasi yang kuat.

Untuk menghindari adanya gap antara pedagang yang menggunakan aplikasi Growback dengan yang tidak, pihak aplikasi akan mengantisipasi hal tersebut. “Belajar tragedi ojek online dan ojek pangkalan, diprediksi akan terjadi di aplikasi kami. Tapi bisa kami antisipasi karena kami juga memberikan handphone kepada pedagang. Namun apabila terjadi tindak kekerasan, maka kami akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum” lanjut Fajar. Aplikasi Growback ini dapat diunduh di Google Play Store mulai tanggal 29 Oktober 2019.


(Nanda dan Dafi)

Thursday, September 26, 2019

Gas Air Mata Penuhi Stasiun Palmerah

KONTAK - (24/09) Sekitar pukul 17.00 WIB, seluruh mahasiswa yang sedang menyuarakan aspirasi dipukul mundur oleh aparat kepolisian. Kericuhan semakin menjadi. Aparat kepolisian membentuk barikade untuk terus memukul mundur para mahasiswa. Gas air mata dan mobil water cannon pun sudah mulai dikeluarkan oleh aparat kepolisian untuk mengahalau mahasiswa yang berusaha terus maju dan masuk ke dalam gedung DPR RI.

Kericuhan terpecah ke beberapa titik salah satunya Flyover Ladokgi yang menjadi salah satu tempat massa berkerumun usai dipukul mundur polisi. Tak hanya di pintu masuk gedung DPR, saat mahasiswa Politeknik Negeri APP Jakarta ingin melanjutkan perjalanan pulang, massa aksi pada pintu belakang gedung DPR sudah sangat meluap. Mereka tengah memaksakan untuk menjebol pintu gerbang. Sayangnya, hal itu disambut dengan gas air mata yang melemahkan pandangan seluruh peserta aksi. “woy cewek woy cewek, kasih jalan dulu kasih jalan”, teriak mahasiswa beralmamater kuning agar peserta aksi membuka jalan untuk mahasiswi Politeknik Negeri APP Jakarta.

Dok. Kontak

Belum berakhir, sekitar pukul 19.30 WIB aparat kepolisian terlibat bentrok dengan mahasiswa sehingga gas air mata kembali diledakan dan membuat kepanikan di Stasiun Palmerah yang di dalamnya tidak hanya terdapat mahasiswa yang ingin kembali ke rumah, tetapi juga ada penumpang kereta lainnya pulang dari tempat kerja. Beberapa mahasiswa dari Politeknik Negeri APP Jakarta tumbang yang kebanyakan adalah perempuan, hal ini dikarenakan sangat menyengatnya gas air mata jika terhirup dan cukup menyesakan pernapasan serta membuat mata perih.

Situasi semakin tidak kondusif, sebagian mahasiswa Politeknik Negeri APP Jakarta yang sudah berada di dalam stasiun di arahkan untuk segera menaiki kereta tujuan Tanah Abang agar dapat jauh lebih aman, sebagian lagi yang masih belum masuk kedalam stasiun di evakuasi untuk masuk ke dalam stasiun.

Kericuhan lain juga terjadi di sekitar Jakarta Convention Center. Sekitar pukul 20.30 WIB, pasukan TNI dari kesatuan Kodam Jaya turun untuk membantu mengamankan demo. Barisan TNI berada dekat dengan barisan mahasiswa untuk meredam amarah massa setelah bentrok dengan aparat kepolisian.

Para mahasiswa Politeknik Negeri APP Jakarta yang sudah aman, berkumpul di Stasiun Tanah Abang untuk menghindari bentrok yang semakin parah di Staisun Palmerah. Lepas almamater pun dilakukan saat diperjalanan pulang. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya sasaran-sasaaran yang ditujukan kepada mahasiswa Politeknik Negeri APP Jakarta dari aparat kepolisian ataupun dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab.


(Hanum/Sheila)